Pertajam Intelektualitas Pelajar, PP IPM Gelar Festival Sains


119
34 shares, 119 points
Pembukaan Festival Sains IPM dalam rangka Semarak Muktamar XXI IPM. Sumber : Islam Berkemajuan

IslamBerkemajuan.id, Surabaya – Guna mempertajam intelektualitas pelajar khususnya kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) se-Indonesia, Pimpinan Pusat IPM menggelar Festival Sains pada Rabu (17/10). Acara yang bertajuk Semarak Muktamar ke-21 IPM ini, menyuguhkan berbagai kegiatan. Mulai dari Call For Paper, Bedah Buku, hingga Seminar Teknologi.

Dalam agenda ini hadir pula Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili oleh Ketua LPMP Jawa Timur sebagai Keynote Speaker, Peserta Call For Paper, Pelajar Muhammadiyah se-Surabaya serta ketiga Panelis; Moh. Mudzakir penulis buku Politik Pendidikan, Azaki Khoirudin penulis buku Demi Pena, dan Diyah Puspitarini Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah.

Ketua Umum PP IPM, Velandani Prakoso mengucapkan terimakasih kepada kader IPM se-Indonesia yang turut memanfaatkan ruang yang diberikan, serta memeriahkan semarak Muktamar ke-21 IPM. Ucapan terimakasih juga tersampaikan untuk rekan panitia lokal yang sudah menyukseskan kegiatan ini. “48 naskah kami terima, dan disini terdapat 3 panelis yang siap untuk meriview karya teman teman semua dan ada juga seminar teknologi yang akan diarahkan oleh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November dan Universitas Negeri Malang,” ungkap Ipamawan Andan.

IPM bahwasanya, lanjut Andan, telah menginjak usia ke 57 tahun merupakan usia yang cukup matang untuk melebarkan dan meninggikan sayapnya agar terus terbang. Ucapan semangat berbagi dan berkolaborasi juga terucap dan keharusan IPM berperan untuk memberikan Identitas, hingga ajakan bergerak bersama untuk IPM dan Muhammadiyah kedepan.

Sudarusman Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 10 Surabaya selaku Penanggung Jawab Panitia Lokal juga mengucapkan terimakasih sudah diberikan kesempatan untuk turut membantu dalam memberi ruang kader IPM se-Indonesia. “Dalam diri IPM terdapat generasi-generasi yang kreatif dan inovatif. Terdapat gen berani berkompetitor dan terus menerus memecahkan problem pada dirinya sendiri dan sekitarnya. Tidak mudah lelah maupun capek,” jelas Pak Sudar, panggilan akrab dari siswanya.

Untuk menghadapi persaingan terbuka, lanjut Sudarisman, IPM tidak lagi berbicara program jangka pendek. Hal itu yang membuat kader IPM dapat berada di lingkungan manapun serta mewarnai berbagai kegiatan dengan terobosan baru. Sebelum menutup, Sudarisman juga menegaskan IPM dapat memberi peluang dan memberi kesempatan bagi orang lain.

Senada dengan itu, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Arifan juga menegaskan kader IPM ketika keluar dari sekolah harus bisa bergerak dengan kakinya sendiri, tidak bergantung dengan pihak luar. “Saatnya IPM menjadi pemain di negeri sendiri,” tegasnya. Sebelum menutup beliau berpantun dengan khas Suroboyoan yang langsung mendapat tepuk tangan meriah dari para undangan, “Tuku pelem mbek keju, IPM pasti maju.”

Seusai acara, karya-karya berupa paper yang dipresentasikan akan dibukukan. Peluncurannya dilakukan pada Muktamar ke-21 IPM, pertengahan November mendatang. (nabhan)


What's Your Reaction?

confused confused
0
confused
hate hate
0
hate
bingung bingung
0
bingung
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *