Jejak Cak Nanto: Kader Tulen, Santri Sejati


101
138 shares, 101 points
Sunanto, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah 2018-2022. Sumber : Google

Cak Nanto adalah penggilan akrab Sunanto yang akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022 pada Muktamar ke-17 Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta. Ia berhasil mengungguli 5 calon lainnya dengan memperoleh 590 suara.  Ahmad Labib (292 suara), Ahmad Fanani (266 suara), Faisal (9 suara), Muhammad Sukron (2 suara), dan Andi Fajar Asti (0 suara).

Pria ini lahir 24 September 1980 di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Di Desa ini Cak Nanto mendapatkan pendidikan, yaitu SD Negeri 1 Lobuk. Selanjutnya Cak Nanto menalnjutkan pendidikannya di MTs Sumber Mas Ganding Rombiya Barat sekaligus nyantri di Pondok Pesantren Sumber Mas, di Kecamatan Ganding. Di sinilah Cak Nanto mulai merasakan kultur pesantren, kajian Kitab Kuning dan IPNU.

Atas dukungan Panti Asuhan Muhammadiyah Sumenep, Cak Nanto melanjutkan sekolah gratis di SMU Muhammadiyah 1 Sumenep. Di sini ia mulai mengenal serta aktif di Pimpinan Ranting Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) sampai Pimpinan Daerah IRM Sumenep—kini IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), menjadi Sekretaris. Dan pernah mengikuti perkaderan formal hingga Taruna Melati II.

Setamat SMA, Cak Nanto meneruskan studinya di Program Pendidikan Kader Ulama PP Muhammadiyah di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran yang dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Ia masuk tahun 2000, dan lulus tepat waktu tahun 2004 sebagai Sarjana Syariah (Hukum Islam) di Fakultas Agama Islam UMS. Setelah menjadi alumni, Cak Nanto kemudian menjadi pembina Pondok Shobron ini selama 3 tahun 2004-2007.

Pondok Shabran  dikenal sebagai pusat persemaikan kader-kader Muhammadiyah, dan telah  melahirkan kader-kader penggerak dan pemikir persyarikatan Muhammadiyah, mulai dari level Ranting sampai tingkat Pusat di seluruh penjuru tanah air Indonesia. Melalui yang didirikan oleh Mohamad Djazman, pendiri UMS dan salah satu pendiri IMM ini  Cak Nanto memiliki kekaderan yang matang. Menurutnya Pondok Shobron telah “mengajarkan kemandirian dan persaudaran serta kebebasan berpikir, tetapi tetap bertanggung jawab”.

Di Pondok inilah Cak Nanto berkenalan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Di Pondok ini Cak Nanto menjadi Sekretaris Bidang Organisasi Komisariat IMM periode 2000-2001, dan mampu menjadi Ketua Umum IMM Komisariat Pondok Shobron periode 2001-2002. Kemudian Cak Nanto menjadi Ketua Bidang Kader Pimpinan Cabang IMM Cabang Sukoharjo 2002-2004.

Kematangan kekaderan Sunanto di IMM dapat dilihat keterlibatan Cak Nanto sebagai anggota Korp Instruktur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Tengah. Berangkat dari instruktur, ia dipercaya sebagai Ketua Bidang Kader DPD IMM Jawa Tengah periode 2004-2006, dan puncaknya sebagai Ketua Umum DPD IMM Jawa Tengah perode 2006-2008.

Pada tahun 2006 saat di DPD IMM Jateng ini, ia berhasil mempersunting Immawati Mahtumatul Qolbi Aprilia yang kala itu menjadi Bendahara DPD IMM Jawa Tengah.

Selepas kuliah, Cak Nanto melanjutkan karir di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM sebagai Ketua Bidang Hikmah. Ia pun sempat maju menjadi calon Ketua Umum DPP IMM yang saat bersaing dengan Ton Abdillah, dan hanya kalah dengan selisih satu suara.

Pada Muktamar XVI Pemuda Muhammadiyah di Padang, Sumatra Barat, Cak Nanto berhasil masuk sebagai salah seorang formatur dan terpilih menjadi Ketua Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik. Tidak lama setelah itu, Cak Nanto terpilih menjadi Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pemilu untuk Rakyat (JPPR) periode 2017-2019.

Kini Cak Nanto, arek madura ini berhasil menjadi pucuk pimpinan Ormas Pemuda Muhammadiyah. Menurut Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah “Terpilihnya Sunanto menjadi bukti kedewasaan dan  multikulturalisme dalam tubuh Pemuda Muhammadiyah. Dua periode Pemuda Muhammadiyah dipimpin putera Batak, sekarang dipimpin putera Madura. Itu juga menjadi bukti sebaran Muhammadiyah sebagai gerakan integrasi nasional dan keindonesiaan yang sejati.”

Cak Nanto bukanlah aktivis kemarin sore di lingkungan Muhammadiyah. Cak Nanto kader tulen yang tumbuh dan berkembang dari proses perkaderan sejak kecil. Karena pengalaman panjang di dunia perkaderan, Cak Nanto kini juga merukapan anggota Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015-2020 (AK).


What's Your Reaction?

confused confused
0
confused
hate hate
0
hate
bingung bingung
2
bingung
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *