Abdul Munir Mulkhan : Jadilah Manusia Bajik, Muslim Bajik, Barulah Bisa Menjadi Pengikut Muhammadiyah


158
35 shares, 158 points
Abdul Munir Mulkan. Sumber : Islam Berkemajuan

IslamBerkemajuan.id, Yogyakarta – Mantan Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan dalam seminar nasional ‘Halaqoh Kebangsaan Menuju Indonesia Berkemajuan’ di Gedung E.6, Lantai 5, Ruang Amphiteater Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (22/11/2018), mengatakan gerakan Muhammadiyah sesungguhnya membentuk warganya menjadi pribadi yang baik. Hal itu sesuai tagline-nya ialah, ‘Jadilah manusia bajik, Muslim bajik, barulah bisa menjadi pengikut Muhammadiyah’.

Menurut Munir, muhammadiyah merupakan tempat penumbuhan jiwa kebangsaan dan jika warga muhammadiyah terpapar terorisme maka ini merupakan sebuah kecelakaan.

“Gerakan (Muhammadiyah, red) ini memang dirancang sebagai penumbuhan kebangsaan berbasis kemanusiaan, bebas kriminalitas, narkoba, korupsian, apalagi terorisme. Jika ada warga gerakan ini terpapar terorisme, ya itu kecelakaan,” lanjut Munir.

Munir menilai Muhammadiyah sudah membangun infrastruktur bangsa melalui dakwah luar sekolah (majelis taklim), pendidikan, rumah sakit, dan filantropi. Namun demikian, ia berharap, saat ini Muhammadiyah lebih banyak membicarakan soal kebangsaan.

Dalam paparan yang ia beri judul ‘Etika Muhammadiyah untuk Bangsa’ beliau mengatakan bahwa Muhammadiyah mengambangkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bukan hendak meng-Islam-kan atau me-muhammadiyah-kan semua orang,

“Lihatlah berapa banyak lulusan pendidikan Muhammadiyah yang tetap pada keyakinan keagamaannya di Papua dan Indonesia Timur dan tetap pada kepengikutan gerakan Islam-nya di tempat lain,” ujarnya.

“Gerakan Muhammadiyah (sedianya) lebih fokus mengembangkan kebijakan kemanusiaan dalam kehidupan sosial, ekonomi dan politik bagi kepentingan publik,” harap Munir dalam kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari pengurus Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Pimpinan PP Aisyiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Aisyiyah, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah (DIY-JATENG).

Selain Abdul Munir Mulkhan, dihadirkan sebagai pembicara, Asrena Kapolri, Irjen.Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si. Pada kesempatan tersebut Gatot menyampaikan materi tentang penegakkan hukum, pemberantasan kriminalitas, terorisme, korupsi, dan narkoba.

Selain itu, Gatot juga memaparkan pidato ilmiah dengan tema Mewujudkan Indonesia yang Aman, Damai dan Sejuk dalam Pemilu, Pileg dan Pilpres 2019. Menurutnya, potensi konflik sosial di tahun politik salah satunya disebabkan karena adanya politik identitas atau politisasi Suku Ras Antar Golongan dan Agama (SARA),

“Selain itu, pemanfaatan isu-isu yang dapat memecah belah bangsa, black campaign dan negative campaign, hoax serta ujaran kebencian,” katanya.

Dikatakan Gatot, dalam mengantisipasi konflik sosial, peran tokoh masyarakat, termasuk dari Muhammadiyah sangat strategis, terutama dalam membentuk opini positif masyarakat. Ia berharap tokoh masyarakat terus menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tentang kebersamaan, persaudaraan, kerukunan, persatuan dan kesatuan, serta membumikan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,

“Peran tokoh sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat untuk terlibat aktif dalam pemeliharaan Kamtibmas, seperti mengimbau agar waspada terhadap radikalisme, terorisme, mengaktifkan siskamling dan lain sebagainya. Para tokoh bisa menciptakan suasana kesejukan di tengah masyarakat serta terlibat aktif dalam memerangi hoax dan hate speech,” tegas Gatot Eddy Pramono. (QA)

 

Sumber: http://www.goodnews.co.id/baca/20181122/prof-abdul-munir-mulkhan-tegaskan-muhammadiyah-anti-paham-terorisme.html


What's Your Reaction?

confused confused
0
confused
hate hate
0
hate
bingung bingung
0
bingung
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
Qurrota A'yun

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *